Bunga Kering Perpisahan


Bunga Kering Perpisahan, adalah salah satu Film Pendek karya Denny JA dan Hanung Bramantyo tentang Indonesia Tanpa Diskriminasi. Yuk kita tonton filmnya :)



Film diawali oleh setting kuburan, dimana ada seorang wanita yang meratapi kepergian suaminya.

Maafkan aku mas, mungkin ini yang terbaik
Maafkan aku yang tak pernah bisa mencintaimu
Maafkan aku suamiku, 10 tahun sudah lamanya kita menikah
Tak mampu juga aku mencintaimu
Sudah keberikan segalanya padamu
Tapi ternyata, bukan engkau pemilik hatiku
dan bukan engkau inti dari angan-anganku
Cinta memang tidak bisa dipaksakan


Teuku Rifnu membacakan puisi di makam, mendampingi wanita yang tadi sedang bersedih

Di nisan suaminya, ia taburkan melati dan kenanga
Sambil melafalkan doa
Perempuan itu Dewi namanya
Terbius rasa pedih
ia mohon ampun dengan suara lirih
Segala yang di dadanya terasa berat
Segala yang di sekitarnya semakin pekat


Sepulang dari makam, wanita yang bernama Dewi bertemu dengan orang tuanya yang meminta Dewi merelakan suaminya yaitu mas Joko, namun Dewi sedang mau sendiri. Dewi masuk ke kamar sambil menangis lalu duduk di tempat tidur sambil membuka laci dekat tempat tidur dan mengambil sebuah kotak yang berisi bunga kering.

Albert : Simpan bunga kering ini sampai kamu terbebas dari belengu

Scene berpindah ke masa lalu, dimana ada sekelompok mahasiswa yang sedang hiking, dan berhenti untuk beristirahat. Saat Dewi wudhu.

Temannya Albert : Lo yakin ?
Albert : Apa yang akan terjadi, terjadilah


Teuku Rifnu membacakan prolog, saat yang lain sedang sholat, dan Albert memandangi Dewi yang sedang Sholat.

Itulah Albert dan Dewi
Anak pendeta dan seorang muslimah
Semakin lama, semakin deras perasaan sayang antara mereka
Bersahabat tidak usah ditanya, Cinta? Nanti dulu
Agama mereka berbeda


Scene dilanjutkan saat hiking, dimana beberapa kali Albert membantu Dewi untuk naik, dan akhirnya saat mereka beristirahat, kaki Dewi di pijit oleh Albert. Akhirnya Albert mengemukakan keinginannya untuk ngobrol dengan ayahnya Dewi untuk berbicara tentang hidup, agama dan hubungan mereka berdua.

Kembali Teuku Rifnu membacakan prolog, saat mereka ngobrol.

Semakin deras perasaan sayang antar mereka
Tapi sejak mula disadarinya juga, mereka berlainan agama
Siapakah gerangan yang akan mensyahkan Cinta Remaja
Terbayang oleh mereka pagar pembatas itu
Memanjang di Selatan, menghalang di Utara, di Barat, di Timur, Kiri dan Kanan
Dan mereka tahu pasti, Cinta itu Murni


Scene berlanjut ke kediaman Dewi, dimana Dewi dan Albert baru pulang, dan menemui ibu dan ayah Dewi. Bagaikan kilat menyambar, ayah Dewi menyuruh Dewi untuk masuk kerumah, sehingga memaksanya menyuruh Albert untuk pulang, dengan marah Dewi masuk dalam rumah tanpa mendengarkan ayahnya.

Ayah Dewi : Dengar kata-kata ayah ya, Sebaiknya kau tinggalkan laki-laki kafir itu, pengaruh buruk
Scene berpindah ke kediaman Albert, dimana Albert dan ibunya mengobrol
Ibunya Albert : Itu gak mudah buat mereka, juga buat keluarga kita loh
Albert : Ini kan buat aku sama Dewi, yang menjalaninya pun kan kami
Ibunya Albert : Pasti semua pasangan akan menjawabnya begitu, yang akan menjalankan kan kami, tapi kita kan di Indonesia, keluarganya, masyarakatnya, semuanya berbagi dengan kehidupan kita, itu gak bisa kita lupakan
Albert : Apa Dewi aku bawa kabur keluar negeri ma
Ibunya Albert : Kalau niatnya buruk hasilnya gak akan baik


Scene berlanjut saat Dewi sedang sholat, dan ibunya datang, mereka membicarakan tentang Ayah Dewi yang banting tulang untuk mencari nafkah.

Scene pindah ke kamarnya Albert

Albert : Pendakian ini sudah hamper puncak Dewi, memang ini gak mudah, tapi gak sulit juga kalau kita harus yakin, ini gak bisa ditunda-tunda lagi.

Setelah itu scene pindah ke ruang tamu rumahnya Dewi, dimana ayahnya Dewi bilang bahwa Dewi dijodohkan oleh anak sahabatnya yang bernama Joko, yang kata ayahnya, Joko itu salah seorang santri. Tidak hanya itu, ayahnya Dewi juga sudah mengatur acara pertemuan sekaligus lamaran Dewi dan Joko. Setelah mendengar penjelasan ayahnya, Dewi langsung masuk ke kamar.

Albert yang penuh keyakinan bahwa dia bisa bersatu dengan Dewi, pergi kerumah Dewi, sesampainya disana dia bingung kenapa ada banyak orang disana. Albert langsung menuju arah kamarnya Dewi, dan mengetok-ngetok jendela kamarnya Dewi, saat bertemu dengan Dewi, Albert bilang alasannya kesana karena mau melamar Dewi hari itu juga.

Albert : Aku mau melamar kamu hari ini
Dewi : Terlambat, sudah ada orang lain yang melamar aku
Albert : Aku gak akan melepaskan kamu Dewi
Dewi : Itu harus
Albert : Gak ada sebuah keharusan disini, kamu ingat gak sejak Adam
Dewi : Cukup, nanti kita didengar orang
Albert : Aku gak perduli dengan orang lain, mereka hanya melihat agama dari 1 sudut saja
Dewi : Simpan semua teorimu itu, karena sampai sekarang, teorimu itu tidak bisa mengalahkan apa yang sudah ditulis dalam peraturan, peraturan agamaku, aku hanya mencoba untuk tidak durhaka pada kedua orang tuaku, dan aku berusaha untuk mempertahankan cinta kita, tapi itu semua tidak bisa dilanjutkan, bila cinta lebih dahulu daripada agama, akupun juga, aku lebih dahulu mengenal ayahku daripada kamu dan aku tidak mungkin melukainya.


Beberapa scene dimana Dewi dan Albert saling mengingat kenangan mereka. Sempat saat mereka bertemu dikampus dan mata mereka bertatapan, Dewi langsung bersembunyi.
Lalu saat dewi naik tangga kampus, dia melihat Albert yang sedang bersiap-siap dengan temen-teman hikingnya mempersiapkan peralatan, lagi-lagi Dewi berlari meninggalkan Albert, lalu Albert berusaha untuk mengejar, dan akhirnya memberikan sebuah kotak yang berisi bunga, dengan berkata

Albert : Suatu saat nanti, jika kita jodoh sejati, kamu kirim kembali bunga ini, dan aku janji, aku akan kembali sama kamu
Dewi : Kamu akan menikah juga ?
Albert : Iya, aku akan menikah, sama petualanganku, sama gunung-gunung tinggi yang akan aku taklukkan, aku akan menjelajahi bumi ini yang diciptakan-NYA, setiap puncak gunung yang akan aku daki, aku akan nikah sama alam


Scene akhirnya perpindah, saat Dewi menikah dengan Joko. Hari-hari berlalu, kebersamaan keseharian Joko dan Dewi dimulai, namun sudah bertahun-tahun, Dewi masih tidak hamil juga.

Kembali Teuku Rifnu membacakan prolog, saat Dewi di USG

Bertahun-tahun sudah mereka berkeluarga
Tak juga lahir anak mereka, ada apa dengan keluarga harmonis ini
Apakah tampak luar saja
Senyum bisa kita tampilkan Bahagia, tapi bila dasarnya tidak pernah merasa Bahagia, tetap tidak Bahagia hasilnya


Akhirnya Dewi menghibur Joko, dengan mengatakan bahwa masalah impotensi Joko pasti bisa diatasi selama percaya kepada Allah SWT. Setelah itu mereka ke dokter, dan dokter bingung kenapa mereka tidak datang ke dokter lebih awal. Akhirnya Joko dirawat dirumah sakit dikarenakan sakit yang tak kunjung sembuh, yaitu penyakit yang tiap kecapean badannya selalu demam.

Kembali Teuku Rifnu membacakan prolog, saat Dewi di RS

Dibayangan Dewi, bayangan Albert kerap melintas dan rindunya memanas
Tapi bagi Dewi, dia harus menjadi muslimah teladan, patuh pada suami, taat pada orang tua dan berbakti kepada agama
Itu harga mati


Scene pindah ke RS dimana, akhirnya Joko meninggal, setelah itu Dewi berdoa

Ya Allah, sudah aku ikuti semua ajaranmu, semua tafsir orangtuaku
Suamiku, telah kucoba melayanimu, setia sampai akhir hayatmu
Kini tiba giliranku, menjadi tuan bagi diriku sendiri
Ijinkan aku mendengarkan suara hatiku ya Allah
Ijinkan aku tunduk pada titah batinku


Scene kembali kerumah Dewi, saat ibu dan ayahnya mengobol, mereka meminta Dewi untuk kembali tinggal dirumah mereka, namun Dewi mengatakan bahwa Dewi mau tinggal sendiri dan memutuskan semuanya sendiri.
Dewi kembali ke kampus, dan mengingat kenangan bersama Albert

Dewi : Kali ini, aku turuti suara hati, sudah saatnya berbakti kepada diri sendiri

Kembali Teuku Rifnu membacakan prolog

Langit tetap yang itu juga, yang dulu mendengar janji kekasihnya
Kapanpun bunga itu dikirim kembali, lelaki itu akan siap menerimanya


Dewi mulai membungkus kotak yang berisi bunga pemberian Albert. Lalu scene kembali kerumah Dewi, dan Dewi bersitegang dengan ayahnya

Ayah Dewi : Lebih baik kamu menjanda, daripada kamu menikah dengan beda agama, tu sama saja mengirim kamu ke neraka
Dewi : Jaman sudah berubah yah, bukan manusia untuk agama, namun agama untuk manusia. Menurut ayah perbedaan agama adalah masalah, tapi tidak menurut Dewi.


Setelah perselisihan itu, Dewi diusir oleh ayahnya. Sepeninggal Dewi, ibunya jadi sakit-sakitan, dan minta ayahnya Dewi agar Dewi mau datang menjenguk ibunya.
Scene pindah ke kediaman Albert, dimana paket yang dikirim Dewi sampai disana, tak lama kemudian ada telp dari ayahnya Dewi untuk meminta Dewi menjenguknya ibunya.

Dewi : Yah, ayah tetap ayah Dewi dan Dewi tetap anak ayah, tidak ada yang berubah. Bila ini pilihan Dewi, Dewi harap ayah mengerti, seperti Dewi mengerti, atas pilihan ayah untuk menikah dengan mas Joko
Ayah : Ini sudah sudah menjadi resiko Dewi, kamu tau peraturannya, ayah selalu berdoa dan berharap agar kamu bisa Bahagia dengan pilihanmu itu


Scene berpindah saat Dewi dan Albert bersama dekat api unggun “Cinta lebih tua dari agama”, sayangnya itu hanya mimpi
Scene kembali kerumah Dewi, dan saat itu ibunya Albert datang kerumah Dewi, tapi ternyata berita yang sangat mengejutkan bahwa Albert sudah meninggal di pendakian terakhir dan dimakamkan disana.

Dewi mungkin sudah kau kirimkan kembali bunga kering itu sekarang
Tapi yang kau terima hanya surat ini, aku tak berniat mengingkari janji
Aku mungkin sekarang di alam lain, tapi janjiku tetap seperti dulu
Cintaku hanya untukmu, yang tak sampai walau kita beda agama


Kembali Teuku Rifnu membacakan prolog

Di keheningan Albert telah menunggu selama-lamanya kedatangan Dewi
Dia tetap disini


Film ditutup dengan lagu Dewa “Separuh Nafas” dan kenangan bersama Dewi dan Albert.

Sampai sekarang, kasus seperti Dewi sering kali kita temui, dimana banyak sepasang kekasih beda agama yang tidak bisa melanjutkan kisah cintanya, tidak karena mereka tidak cinta, namun karena keluarga dan lingkungan yang memaksa mereka untuk berpisah.

Bagi yang mau beli Audio Booknya juga ada loh :)


Jika mengutip dari kata-kata Albert di mimpinya Dewi "Cinta lebih tua dari agama". Bagaimana dengan anda? Apa jangan-jangan anda juga mengalami kisah cinta seperti Dewi dan Albert ? Yuk kita ciptakan Indonesia Tanpa Diskriminasi.

No comments