Tidak selamanya cinta itu menyakitkan..

Gorengan memang enak, tapi kalau cara dan minyak 
yang digunakan tidak tepat, bisa menyebabkan 
Kolesterol dan serangan Jantung loh .. MAU ?

Gorengan - Doc : ask-jansen.com

Siapa yang suka gorengan?? Ayooo tunjuk tangan! :) Pasti semua orang yang membaca tulisan ini tunjuk tangan, karena semua suka gorengan yah, apalagi mungkin bukan cuma suka, tapi cinta gorengan :) apalagi untuk yang kerja kantoran, karena kalau sore-sore lagi laper-lapernya menjelang magrib pasti keluar kantor cari gorengan :) dulu waktu aku masih kerja kantoran, gelar Gorengan Lovers melekat pada diriku (lebay mode on).

Gorengan itu memang enak, apalagi kalau dimakan jadi cemilan, surga dunia deh rasanya :)

Ya, hampir bisa dikatakan gorengan itu makanannya wajib orang Indonesia, kalau didata oleh BPS mungkin jumlah tukang gorengan di jakarta lebih banyak dari tukang bakso dan tukang mie ayam. Coba saja kita lihat di pinggir-pinggir jalan, pasti banyak pedagang yang menjajakan gorengan-gorengan. Bahkan keluargaku termasuk salah satu dari gorengan lovers (halaah..). Tapi, tahukah kamu di balik gorengan yang lezat dan enak itu terdapat penyakit yang membahayakan mengintai seperti kolesterol dan penyakit jantung? Huuww.. enak tapi menyeramkan yah?


Nah, beruntung banget sore ini aku dapat undangan untuk hadir ke acara Obrolan Langsat : Makan Gorengan, why not? Thanks to Emak2 Blogger :) aku jadi bisa dapat ilmu dan bisa aku share disini. Dan lebih kecenya lagi, semua makanan dan gorengan yang disajikan di acara Obsat malam ini menggunakan Minyak Goreng Sun Co lho. Yuks cekidot! :)


Secara official, acara baru akan dimulai pada pukul 19.00 WIB, namun beberapa komunitas sudah nampak hadir sejak pukul 18.00 WIB. Nampaknya ini jadi bahasan yang menarik, khususnya para ibu-ibu, karena gorengan erat kaitannya dengan makanan favorit si kecil dan juga erat dengan dunia masak memasak. 

Yang menjadi nara sumber pada malam ini adalah



Obrolan Langsat - Doc : minyakgorengsanco.com

Nara sumber pertama malam ini dibuka oleh Dr. Ir. Drajat Martianto M.Si dari Departemen Gizi Masyarakat IPB

Gorengan itu mengandung lemak dan lemak adalah salah satu komponen gizi yang diperlukan oleh tubuh. Menurut Pak Drajat, tidak selamanya gorengan itu menjadi 'musuh' untuk tubuh kita lho. Asalkan kita mengkonsumsinya dengan bijaksana. Pastinya segala sesuatu yang berlebihan pastinya tidak baik.

Lalu penggunaan minyak goreng yang bijaksana itu seperti apa?

  1. Tidak menggunakan minyak goreng lebih dari 3-4 kali pemakaian. Supaya menghindari terjadinya penumpukan lemak.
  2. Biasakan untuk mengkonsumsi gorengan yang digoreng sendiri. Minimal tahu proses pembuatannya. Tidak menggunakan minyak goreng yang berkali-kali pemakaian.
  3. Selalu meniriskan minyak setelah menggoreng makanan agar minyaknya tidak terkandung dan mengendap di dalam gorengan tersebut. Bisa menggunakan kertas tissue. Dan ditiriskan secara maksimal.
  4. Saat membeli minyak goreng, pastikan minyak goreng tersebut mengandung vitamin A. Karena gunanya meningkatkan vitalitas atau ketahanan tubuh, khususnya utk anak2.
Dr. Drajat juga memberikan tips bahwa bila kita ingin membeli minyak goreng itu harus yang jernih dan lemak jenuh yang rendah.

Minyak goreng itu apakah mengandung Kolesterol ?

Pertanyaan itu adalah pertanyaan dasar bagi saya sebagai ibu rumah tangga, karena memang dari TV dijelaskan bahwa semua minyak goreng mengandung kolesterol. Tapi ternyata tidak, Dr. Drajat menjelaskan bahwa Asam lemak jenuh itu bila dalam suhu ruangan minyak goreng itu pasti ada endapan / menggumpal. Dan minyak goreng itu sebenarnya tidak mengandung kolesterol, (terus apa dong kalau bukan kolesterol?) yang biasanya disebut kolesterol itu dinamakan senyawa plansterol. Dan pemahaman ini harus diingat bahwa minyak goreng sebenarnya tidak mengandung kolesterol, namun justru menurunkan kolesterol

Nara sumber berikutnya adalah mba Ria Juli Widiastuti - Senior Manager Marketing PT Megasurya Mas (Minyak Goreng SunCo)

Mba Ria banyak memaparkan tentang bagaimana sebenarnya minyak goreng yang sehat itu. Minyak goreng yang sehat itu adalah yang berwarna bening, dan pastinya tidak ada rasanya. Pastinya seperti Minyak Goreng Sun Co. karena minyak goreng SunCo berasal dari kelapa sawit segar yang melalui 5x proses penyulingan, yaitu 3 kali proses penyaringan dan 2 kali proses pemurnian.sehingga sangat jernih. Karena minyak yang baik adalah yang jernih. Karena tingkat kebeningan sebuah minyak itu mempengaruhi kualitas minyak. Beda dengan minyak yang kita lihat untuk menggoreng gorengan dipinggir jalan yang sudah gelap dan hitam dong.

Minyak goreng SunCo itu tidak mudah beku. Semua proses penyulingan minyak goreng Sun Co ini awalnya bewarna merah lalu memasuki proses pemucatan. Jadi bisa dibuktikan bahwa minyak goreng SunCo bewarna bening. Atau tidak ada endapan sama sekali. 

Bagaimana cara mudah mengetes minyak gorengan yang baik ?

Simple aja yaitu dengan cara diminum. Dan uji coba ini biasanya dilakukan di laboratorium. Dan malam ini diadakan games berupa uji nyali siapa yang berani untuk minum minyak goreng dan membuktikan bahwa minyak goreng SunCo adalah minyak yang baik. Yaitu dengan uji beku dan Organoleptik Test Corner, dengan cara membandingkan rasa 1 sendok makan minyak goreng lain dengan minyak goreng SunCo. Hasilnya minyak goreng SunCo itu tidak ada rasanya sama sekali, seperti minum air saja. Sedangkan untuk minyak goreng lain hasilnya seperti lengket di tenggorokan. 

Acara selanjutnya adalah demo masak resep sehat oleh Chef Desi, pemenang pertama Master Chef Indonesia Season 2.

Oke, masuk sesi yang ditunggu-tunggu oleh para ibu-ibu yang hadir disini, yaitu demo masak resep sehat oleh Chef Desi. Horeee… :) Chef Desi @desiMC2 adalah pemenang ke-1 Master Chef Indonesia season 2. Resep sehat yang disajikan malam ini yaitu Creme Cheese Spinach Dumpling (Olahan dari bayam). Dan menu kedua adalah Arancini Ayam Rica (Arancini adalah nasi kepal ala Itali).

Semua peserta yang hadir diberikan resep di dalam goodie bag yang akan dibagikan di akhir acara. Wah senengnyaa :) Etss.. yang gak hadir juga kebagian infonya kok, resepnya bisa diakses disini

Bukan hanya dibagikan resep, tapi yang paling penting adalah tips memasak dari Chef Desi. Untuk menu pertama dalam mengolah bayam, tidak boleh terlalu lama, karena bayam mengandung kristal oksalat yg berbahaya kalo dimasak sampai berubah warna dan juga vitamin yang terkandung di dalamnya akan hilang. Lalu untuk memilih kulit pangsit pastikan yang teksturnya lembut. Karena kulit pangsit yang bertekstur keras saat akan diolah nantinya akan pecah.

Lalu tips yang kedua dalam mengolah Arancini Ayam Rica ini adalah perlu diperhatikan volume minyak goreng dalam memasak. Jika ingin menggoreng, tunggu dulu minyak goreng dalam keadaan cukup panas, baru dimasukkan. Sangat dihindari bila menggoreng saat minyak belum cukup panas, karena bisa membuat masakan yang kita buat tidak matang 100%.

Selain itu, tips lainnya adalah bagaimana cara menumis yang benar. Tergantung kebutuhan kita, apakah kita mau mendapatkan aromanya? Atau rasanya? Makanan yg ditumis dengan suhu panas, rasanya akan hilang tapi aromanya yang kita dapatkan. Sebaliknya, jika ditumis dengan suhu panas yang sedang, rasanya masih ada tetapi wanginya akan berkurang.

Dan tips yang terpenting terakhir adalah jangan pernah malas untuk memasak. Dan memasak sehari-hari juga tidak perlu yang ribet dan menyusahkan. Cukup yang simple dan bisa dinikmati seluruh keluarga. Karena memasak itu adalah cara kita untuk menunjukkan rasa kasih sayang kita untuk keluarga :)

So, tidak selamanya cinta terhadap gorengan itu buruk kan? :) kita bisa cinta dengan gorengan, asalkan menggunakan Minyak Goreng SunCo, bahan-bahan terbaik dan teknik masak yang tepat :)

No comments