Anda Puas, Kami Lemas..

Istilah itu sering ya kita temukan. Sering lihat gak di tempat yang berjualan jamu. Kalau yang sering minum jamu (seperti saya) pasti tau. Ahh tapi gak penting bahas itu. Konteksnya lain kok. Bukan negatif ya. Ini lebih kepada soal pelayanan dari seorang seller terhadap buyernya.

Sekarang sudah jamannya gadget mania and social media. Sekali kamu merasa tidak puas terhadap suatu pelayanan, kamu akan share kekecewaan kamu di media umum seperti social media. Betul, apa betul? :) Karena saya termasuk yang terkadang melakukannya, tentunya dengan cara yang bijak dong :)

Tapi, pernahkah kamu, jika kamu merasa puas terhadap jasa dan produk satu penyedia toko kamu share juga kepuasan kamu di media sosial? Satu banding seribu kan yah? :)


Kejadian ini mungkin sering terjadi untuk semua pelaku toko online, termasuk saya. Kejadian ini terjadi terlebih dengan teman saya 1 komunitas. Sebelumnya saya tidak pernah ada masalah dengan teman saya ini. Baik secara personal maupun bisnis. Kami berteman baik. Sering berkomunikasi via BBM, social media, dan sebagainya. Dia pernah memesan produk batik anak juga dengan saya. Dan memang sebelumnya tidak ada masalah juga. Entah angin apa tiba-tiba dia mengajak saya ribut saya pada hari itu :)

Jadi begini ceritanya.
Teman saya ini *sebut saja Maya - nama disamarkan :) memesan barang dari saya, yaitu sebuah kain batik. Sebelumnya kita transaksi via BBM. Dia memesan dan melihat kain batik berdasarkan foto yang sebelumnya saya kirimkan. Selesai transaksi dan deal, saya mengirimkan pesanan kain batik sesuai dengan alamat teman saya ini. Kabarnya dia mau repeat order jika nanti motifnya cocok. 
Naah, setelah sampai, apa yang saya dapat? Sebuah statement dengan permintaan retur kain dengan tanda baca '?!' di wall saya. Dia meminta retur dikarenakan motif yang dia terima tidak sama dengan seperti pada foto. Dan jelas-jelas dia komplain salah menyebutkan motifnya. 

Dia mengirimkan gambar kain batik yang dia terima (motifnya hanya sepotong saja). Lalu dia attach foto kain yang pernah saya kirimkan. Lalu saya meminta dia untuk mengirimkan foto gambar keseluruhan motifnya, untuk memastikan apakah saya salah atau tidak, dia tetap kekeuh meminta untuk retur (dengan tanda seru!). Sesuai dengan ketentuan rules yang telah ditetapkan oleh AuraBatik.com, bahwa jika ada kesalahan  dari tim saya, saya bertanggung jawab untuk meretur, memberikan compliment, ataupun pengembalian barang (S&K yang berlaku). Tapiii iniii??? Astagaaa..... 

Seharusnya, sebagai seorang teman, alangkah lebih mannernya, jika ada komplain seperti  ini, sebelumnya dia bisa private message ke saya. Dia tau contact number saya. Jika dia tidak tahu, bohong adanya. Karena setiap pengiriman barang ke customer saya dan tim selalu menyertakan kartu nama saya di dalam packaging orderan. Disana tertera nomor telepon, account twitter, web, dan juga alamat fanpage toko saya. Tapi entah kenapa siang itu teman saya ini malah komplain ke wall pribadi saya.

Terus terang saya merasa sangat-sangat terganggu. Posting terakhir di wall facebook saya tidak mendapat tanggapan positif dari dia. 

Thats why saya bertanya, pernahkah diantara teman-teman khususnya jika yang mempunyai toko online, jika puas terhadap suatu pelayanan jasa, customer umbarnya sampai seluruh dunia tahu? Saya rasa kejadian seperti itu akan sangat langka sekali. 

Itulah sebabnya. Jika kamu tidak puas, katakan by private message ke kami. Tapi jika anda puas, katakan kepada seluruh dunia. 

Huuh, giliran dia tidak puas umbarnya kemana-mana. Supaya seluruh teman-teman dan kolega saya tahu! 

Satu hal yang bisa saya pelajari dari kasus ini, bisnis tidak pernah mengenal hubungan pertemanan. Bisnis itu tidak ada abu-abu. Hanya ada hitam dan putih. Dan satu hal, kalau mau terjun ke dunia bisnis, tidak boleh pakai hati, harus bermain logika. 

Gara-gara kesal, saya sempat ribut dengan tim. Langsung menyalahkan satu sama lain. Tapi saya langsung tersadar. Bahwa jika kita saling menyalahkan, tidak akan ada habisnya. Yang ada malah penyesalan dan menimbulkan masalah baru. 

Kejadian seperti ini menjadi pelajaran buat saya dan tim. Bahwa siapapun yang memesan produk di toko saya, saya akan memperlakukan profesional. Tidak ada hubungan pertemanan. Semoga ke depannya menjadi lebih baik lagi :)

1 comment

  1. Biasanya orang memang lebih jeli dan heboh melihat kejelekan orang daripada kebaikan-nya. Searatus bahkan seribu kebaikan bisa tertutupi satu kesalahan.

    ReplyDelete