[TravellingWithKids] Lebaran Ke Rumah Mama Di Tulung Agung

Kalau bisa dibilang ini tindakan ternekat saya dengan suami memilih tahun ini kami berangkat keluar kota sekalian mudik. Karena semuanya benar-benar yang pertama kali, baik naik pesawat pertama kali, keluar kota Jakarta dan Bandung untuk pertama kalinya bertiga, plus ini juga pertama kalinya kami keluar pulau bertiga (untuk yang keluar pulau pantengin aja artikel aku sampai bawah ya hihihi). Mungkin bagi sebagian orang menganggap biasa aja, tapi bagi kami traveller pemula, ini suatu keberkahan, karena sangat tidak mudah travelling dengan seorang anak balita yang sangat hiperaktif tanpa bantuan seorang ART. Tapi kami berhasil melewatinya. Mau tau ceritanya? Yuk ikutin ceritaku sampai selesai ya! :)

Lebaran kemarin ini pertama kalinya kami  mudik ke Tulung Agung, Jawa Timur. Dari jauh-jauh hari, 6 bulan sebelumnya kami sudah mempunyai planning untuk bisa mudik tahun 2016 ini. Jadi dari jauh-jauh hari sudah mempersiapkan mulai dari budget, baju, serta planningnya apa aja disana. Karena kami akan bepergian selama kurang lebih 5 hari. Jadi perjalanan kami yaitu Jakarta - Surabaya - Tulung Agung - Kediri - Malang - Surabaya - Jakarta.

Day 1 : Lebaran di Bekasi

Hari pertama lebaran kami di Bekasi. Karena orangtua dari suami tinggal di Bekasi. Tapi khusus lebaran tahun ini saudara papa dan mama gak banyak yang datang ke Bekasi, karena hampir 80% semua mudik ke Solo dan Surabaya. Padahal tahun lalu semuanya gak mudik, jadi semuanya ngumpul di rumah deh, jadi rame :)

[foto lebaran tahun 2015 lalu]

Day 2 : Lebaran di Tulung Agung

Tujuan kota pertama kami adalah Tulung Agung. Tapi karena tidak ada penerbangan dari Jakarta menuju Tulung Agung, jadi kami terpaksa memilih destinasi Surabaya. Jadi dari Surabaya baru menuju ke kota Tulung Agung. Surabaya - Tulung Agung membutuhkan waktu sekitar 4-5 jam (kondisi normal dan lancar), dan 6-7 jam (kondisi macet lebaran).

souce : Foto Video Grafi
Mengambil info dari Wikipedia, Kabupaten Tulung Agung adalah salah satu kabupaten yang terletak di Propinsi Jawa Timur. Tulung Agung terkenal dengan daerah penghasil marmer terbesar di Indonesia. Dan kota ini terletak 154 km ke arah Barat Daya Surabaya.

Sampai di Bandara Juanda

Sebelumnya saya pernah cerita tentang perjalanan saya menggunakan Lion Air, (Baca : Pengalaman Pertama Naik Pesawat). Saya sampai di Bandara Juanda sekitar pukul 7.30 pagi. Untuk menuju ke kota Tulung Agung, saya akan dijemput oleh mama saya. Perjalanan dari Tulung Agung ke Surabaya memakan waktu sekitar 4-6 jam. Jika normal dan jalanan sepi, perjalanan hanya 4 jam. Dan alhasil perjalanan mama kurang mulus kali ini. Tiba di bandara Juanda jam 12.50 pm. Itu artinya saya harus menunggu di Bandara Juanda sekitar kurang lebih 4 jam-an ya. Saya sampai tertidur - bangun - tertidur - bangun, karena saya dan suami memang kurang tidur saat berangkat dari Jakarta. Ohya, ditambah lagi saya minum antimo, karena saya mabok udara banget. Saya pengen muntah setelah turun dari pesawat *hiks*. Ditambah lagi Narend yang gak bisa diem selama di bandara. Bandara Juanda yang sebesar itu mungkin kita kelilingi lebih dari 10 kali, karena Narend gak bisa diam dan itu salah satu faktor membuat kami sangat-sangat kecapean. 

Ohya, di bandara ini juga ada hotel lho, namanya Hotel Ibis Surabaya. Lokasinya di kedatangan Surabaya. Jadi sepertinya hotel ini memang diperuntukkan tempat beristirahat. Harganya memang sedikit lebih mahal, daripada hotel lain diluar bandara. Tapi sepertinya sebanding bila dibandingkan dengan hotel dan biaya transportasi selama di Surabaya.

Perjalanan Menuju Tulung Agung

Jam 12.50 pm mama menjemput kami. Di jalan kami sempat mengalami kemacetan di beberapa titik. Dan itu membuat kami sampai di rumah mama sekitar pukul 7 pm. Duh itu kami sangaaat sangat capeek. Setelah sampai, kamipun beristirahat. Ohya, sebelum kami sampai di rumah mama, kami mampir dulu untuk makan malam. Nama lokasinya yaitu Pasar Ngemplak. Makanan yang dijual disini rata-rata ayam goreng, ayam bakar, roti bakar, dan sebagainya.



Dan sayapun memesan ayam bakar.


WOW! 1 porsi ayam bakar ini LUAAR BIASA besarnya! Dan rasa ayam bakar inipun sungguh luar biasa enaaak! Hanya saja daging ayamnya sangat alot! Sehingga saya butuh tenaga untuk menghabiskan 1 porsi ayam bakar ini. Untung saja tidak saya berikan ke Narend. Bisa-bisa dia gak bisa makan deh.

Lain hal dengan menu suami. Dia memesan Nasi Pecel khas Surabaya.

Nasi Pecel Surabaya
Saya baru tahu kalau di Surabaya juga ada nasi pecel, saya kira hanya ada di Solo. Katanya nasi pecel di tiap daerah beda-beda. Tapi rata-rata hampir sama, semua menggunakan bumbu kacang. Dan untuk di Surabaya, menggunakan peyek. Kalau di Solo, menggunakan kerupuk karak. Dan nasi pecel yang saya coba ini rasanya manis, seperti rasa petis gitu. Kamu udah pernah coba petis kan?

Menu kedua suami adalah Lontong Sayur.


Lontong Sayur disini berbeda. Coba deh lihat, isinya adalah sambel goreng krecek, telor, ayam, sayuran kangkung. Rasanya sih enak, sama seperti lontong sayur pada umumnya. Hanya saja sensasinya beda. Yang biasanya kita makan lontong sayur di Jakarta hanya lontong + ayam gulai + tahu, tapi kali ini kita merasakan ada sayuran dibumbui bumbu gulai. 

Menu ketiga suami saya adalah cemilan, yaitu Gethuk Candil. Mungkin di beberapa daerah juga punya Candil, tapi bahan dasarnya kali ini adalah gethuk. Disajikannya dengan parutan kelapa dan gula merah. Duh rasanya enak banget! Saya jadi cemilin ginian sebelum makan berat deh.



Oke, selesai kulineran di pasar ngemplak. Kamipun menuju rumah mama. Disana kami langsung beristirahat. Ohya, semua perjalanan kami selama kami di rumah mama, menggunakan transportasi mobil mama ya.

Waktu itu saya ingin berjalan-jalan di sekitar Tulung Agung dengan menggunakan sarana transportasi. Yang sering terlihat oleh kami adalah becak. Ada angkutan umum, tapi gak banyak. Setelah saya bertanya ke saudara disana, ternyata penduduk di Tulung Agung, kalau mau beraktivitas kebanyakan menggunakan kendaraan pribadi. Ada bus, tapi itu untuk antar kota. Ojek juga tidak ada. Waktu saya cek Uber (Taksi Online), disana tidak terdeteksi, alias gak ada. Wah saya jadi mikir, seandainya saya membuka usaha Uber, mungkin laku kali ya? :) Pokoknya sangat jauh berbeda keadaannya dengan Jakarta, yang serba ada.

Saya penasaran apakah benar di Tulung Agung tidak ada kendaraan umum yang mudah dijangkau? Akhirnya karena saya penasaran, saya googling di internet, dan ternyata benar. Memang di Tulung Agung sangat minim sekali kendaraan umumnya. Itulah sebabnya penduduk disana rata-rata mempunyai kendaraan sendiri.

Day 4 : Goes To Surabaya

Perjalanan saya kali ini dilanjutkan ke Surabaya. Awalnya tadi kami berencana ingin naik kereta ke Surabaya. Tapi saat kami ke stasiun, semua tiket ke semua tujuan kereta FULL sampai dengan 2 pekan ke depan. Dashyat! Lalu saudara saya memberikan ide, naik bis. Cuma kami berpikir, dari rumah mama ke Terminal Bis naik apa ya? Tidak mungkin kami naik becak, karena kami membawa 2 koper, sementara pangkalan becak itu jauhnya luar biasa dari rumah mama. Uber juga gak ada. taksi convensional juga tidak ada. Kalaupun ada, saya harus  berjalan dan mencari di jalan raya dulu. Sementara jarak dari rumah mama ke jalan raya itu sekitar 2 km. Saya sempat hopeless bagaimana kami bisa ke Surabaya? Lalu saudara saya memberikan ide lagi untuk mencoba 'travel'. Saya googling di internet dengan keywords 'Travel Tulung Agung', ternyata saya googling, di Tulung Agung tidak ada bis travel yang mangkal, kota ini adalah hanya tempat transit para travel aja. Kota pangkalan travel sebenarnya ada di Kediri atau Blitar. Langsung akhirnya saya ganti dengan keyword 'Travel Kediri' atau 'Travel Blitar', dan ternyata banyak! Dan akhirnya kami dapat Joy Travel. Alhamdulillah, kami jadi juga bisa ke Surabaya. Akhirnya kami berangkat dari Tulung Agung pukul 5 pagi.

Selanjutnya bersambung ke Menyusuri Keunikan Serta Kuliner Kota Pahlawan Surabaya Dalam 2 Hari ya :)




Yuk Rayakan Kemerdekaan Indonesia Bersama Synthesis Development #IndonesiaIsMe

Aku dan Narend di Synthesis Residence Kemang - Sumber: Pribadi

Suasana hari ini berbeda dengan hari biasanya, hari ini banyak sekali orang yang berjualan dengan membawa gerobak yang isinya tiang dan bendera. Benderanya sendiri bukan bendera dari klub bola loh, namun bendera kebangsaan Indonesia yaitu Merah Putih. Kalau kamu melihat banyak orang yang menjual tiang bendera dan bendera merah putih, "Itu tandanya apa?" Yup, itu artinya sudah masuk ke bulan Agustus ... Hahaha iya, namanya saya emak-emak gak tau hafal bulan, taunya cuma awal bulan dan akhir bulan. Tahunya cuma gajian dan bayar gaji karyawan ^^

Ngomong-ngomong bulan Agustus, terutama suasana tujuh-belasan, pasti identik banget sama yang namanya lomba. Setiap tahun saya hampir gak pernah absen ikutan lomba. Kalau 2 tahun lalu, tahun 2014, waktu Narend masih bayi, saya ikutan lomba foto via Twitter dan Instagram. Tema dresscode-nya seperti biasa adalah merah-putih 1 keluarga. Saya dan suami tidak mengejar hadiahnya (alhamdulillah waktu itu sih menang hehehe), cuma saya seneng aja, ikutan keriaannya. Karena ini cuma setahun sekali. Trus kalau ditanya, "Persiapan untuk foto merah-putihnya gimana lin?" Hmm.. lumayan ribet juga sih, yang pasti saya dan suami harus mencari baju berwarna merah dan putih, minimal ada nuansa merah-putih, alhasil suami beli kaos merah-putih, tapi yang susah itu bukan nyari baju untuk kami sih, tapi harus juga nyari baju buat Narend waktu itu, karena kan masih usia 6 bulan, jadi ya bajunya sangat terbatas. Akhirnya dapet jumper yang warnanya setema aja.

Narend waktu usia 6 bulan :) - Sumber: Pribadi

Nah itu kan tahun 2014, kalau tahun 2015, saya selain ikutan lomba kostum tujuh-belasan, saya ikutan lomba livetweet merah-putih, en alhamdulillah menang lagi hihihi, karena Narend umurnya sudah setahunan Narend sudah mulai mengerti tentang lomba, walaupun saya harus menitah Narend sambil lihat lomba tujuh-belasan. Yang seru itu, di RT saya ada lomba masak dan menghias nasi goreng, maklum lah kerjaannya emak-emak tiap hari masak, namun saya pribadi jiper banget loh, kalau yang ikutan lomba seumuran saya mungkin masih ada harapan untuk menang, tapi lawan saya ibu-ibu tetangga yang tiap hari mangkal sama abang tukang sayur trus ngebahas masak apa, langsung deh nyali menciut dan kemungkinan untuk menang menjadi sangat kecil, tapi namanya juga lomba tujuh-belasan, ikutan lomba bukan untuk hadiah tapi untuk berpatisipasi dan seru-seruan, alhamdulillah walaupun gak juara 1, bisa dapet juara 2 dengan menu Nasi Goreng Tom Yam hehehe.

Lain lagi cerita tujuh-belasan saya di tahun 2016. Kali ini saya gak ikutan yang namanya lomba di Twitter ataupun Instagram, tapi sebagai gantinya, karena Narend sudah berusia 2 tahun lebih, saya dan suami mengajak Narend menonton lomba panjat pinang di Ancol. Bagi kamu yang belum tahu, setiap tahun Ancol selalu menyelenggarakan acara panjat pinang di Pantai Carnaval, nah yang membedakan adalah jumlah tiang pohon pinangnya yang melambangkan HUT RI, nah karena tahun 2016 ini HUT RI ke 71, jadi jumlah pohon pinangnya sejumlah 171 dimana 71 adalah HUT RI, dan 100 itu tambahannya.

Saya, Narend dan suami di Pantai Carnaval Ancol - Sumber: Pribadi

Awalnya sih saya tidak ada planning ke sini, karena kami sekeluarga baru pulang travelling dari Solo. Tapi karena demi Narend mau melihat lomba panjat pinang yang pertama kali, ya sudah dibela-belain deh datang kesana. Seru sih, tapi Narendnya agak gak antusias, mungkin karena dia gak ngerti kali yah? Tahun depan, Narend sudah berusia 3 tahun lebih, harusnya sudah mengerti tentang lomba panjat pinang, jadi saya kudu ngajak dia lagi untuk nonton lomba panjat pinang.

Di TV juga gak kalah heboh acara tujuh-belasan-nya, bisa dibilang semua tayangan televisi bertemakan tujuh-belasan, apalagi saat pagi-pagi, mayoritas menayangkan siaran langsung upacara pengibaran sang saka merah-putih. Ohya, di TV juga ada lomba instagram dan twitter lho. Tapi saya gak ikutan. Karena 2 minggu pertama di bulan Agustus saya habiskan waktu saya persiapan di Solo. "Gimana dengan Department Store seperti Matahari, Sogo?" pastinya semua tenant diskonnya parah banget, 71%. Saya sempat ikutan sih, ikutan hunting promo makanan. Karena memang lumayan juga :) Yah, namanya juga setahun sekali. Jadi dari pagi sampai malam saya bertiga hunting promo tuh, hahaa. Gak cuma TV dan RT aja yang ngerayain tujuh-belasan loh, tapi juga department store dan tempat makan. Nah salah satu hobi saya itu melihat hashtag yang sedang trending topik di Twitter, salah satunya adalah hashtag #IndonesiaIsMe. Karena penasaran akhirnya saya coba lihat-lihat dan ternyata hashtag #IndonesiaIsMe adalah project dari Synthesis Development. Penasaran? :)

Tentang #IndonesiaIsMe

Jujur saja saya pribadi amaze, karena tidak mengira kalau Indonesia Is Me adalah acara rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Synthesis Development, sebuah perusahaan properti di Indonesia. Indonesia is Me mengangkat budaya Indonesia di momen kemerdekaan pada 4 lokasi project yang dibangun oleh Synthesis Development. Rangkaian tema acara dari Indonesia Is Me adalah Kuliner Tradisional, Seni & Budaya, dan Musik Indonesia. Tema ini diadakan setiap minggunya dari tanggal 6, 13, dan 20. Empat lokasi diadakannya event ini antara lain :

(1) Synthesis Residence Kemang (SRK)
(2) Samara Suites
(3) Prajawangsa, dan
(4) Synthesis Square.

Apa dan Sejarah Berdirinya Synthesis Development

Synthesis Development adalah pengembang properti di Indonesia, pengembangannya ditujukan untuk ritel properti, apartemen, perumahan, super blok, dan juga hotel. Synthesis Development memiliki manajemen terpadu, konsultan, desain, dan pengembangan. 

Didirikan pada tahun 1992 dan dimulai dari sebagai ProLase, yaitu sebuah konsultan properti yang mengkhususkan diri dalam manajemen dan pusat perbelanjaan konsultan. Lalu di tahun 1999, Synthesis Development mulai ada pembangunan seperti project pertamanya yaitu The Plaza Semanggi, kamu tahu? Itu adalah sebuah mall yang terletak di Sudirman.  Dan The Plaza Semanggi menjadi tonggak penting bagi Synthesis Development karena ini adalah project pertamanya dalam hal pengembangan properti. 

Setelah itu, dari tahun 1999 sampai sekarang, mulai dengan pengembangan properti-properti lain, seperti high-end apartemen, mall, hotel, dan menara perkantoran. Synthesis Development terus menciptakan karya-karya terbaik dalam pengembangan properti di Indonesia dan terus berupaya untuk menciptakan ruang hidup menyenangkan dan sangat nyaman untuk daerah perkotaan. 

Visi dari Synthesis Development adalah menjadi pengembang properti terpadu dan terpercaya di Indonesia dengan memberikan nilai tambah secara berkelanjutan bagi pelanggan, mitra, masyarakat, dan seluruh pemegang saham.

Lalu untuk misinya adalah :

1. Untuk mengembangkan kualitas tinggi properti melalui inovasi dan penggunaan teknologi untuk menciptakan kualitas hidup yang lebih baik.
2. Untuk memberikan layanan yang sangat baik untuk kepuasan seluruh stakeholder. 
3. Untuk mengembangkan sumber daya manusia yang kompeten dengan memiliki integritas yang tinggi. 
4. Untuk memaksimalkan kesejahteraan karyawannya 
5. Untuk menciptakan sinergi dengan lingkungan.

Wah nampaknya Synthesis Development sangat konsisten ya menjadi pengembang properti yang pertama di Indonesia.

Tentang Bassura City

Buat yang tiap hari melewati pasar gembrong pasti tahu mall yang namanya Bassura Mall, mall itu lokasinya tepat disamping pasar gembrong. Jangan salah loh, dibagian depan mall, dibagian belakangnya ada Apartment yang bernama Bassura City. Coba deh tonton video tentang Bassura City dibawah. Saya pernah membahas sekilas tentang Bassura City (Baca : How To Invest Your Money Through Property)


Tentang Prajawangsa City

Hari Sabtu, 20 Agustus 2016 lalu, saya mengikuti sebuah acara talkshow yang masih dalam rangkaian Indonesia Is Me di Mall Bassura City (Baca : Kuliner Indonesia Menuju Dunia Bersama Jakarta Food Adventure di Bassura City)

Marketing Prajawangsa City di Bassura City - Sumber: Pribadi

Tapi kali ini acaranya bukan kulineran, melainkan pemutaran film pendek tentang Pusaka Prajawangsa bersama Alexander Thian, atau biasa dikenal dengan @Amrazing (twitter), atau saya biasa memanggilnya dengan Koh Alex.

Sorry agak ngeblur koh @amrazing :( - Sumber: Pribadi

Berikut tentang film pendek Pusaka Prajawangsa. Saya sarankan nonton dulu ya sebelum lanjut baca ya, btw ini film pendek ya :)




Nah, Koh Alex disini adalah tokoh penting di balik hadirnya film pendek ini. Beliau adalah Script Writer dari film ini. Selain Koh Alex, ide ini juga mendapat campur tangan bersama tiga penulis lainnya, mereka adalah Windy Ariestanty, Valiant Budi, dan Hanny Kusumawati. Siang itu juga kebetulan mba Windy hadir sebagai moderator.

Mba Windy yang cantik jadi MC di acara ini :) - Sumber: Pribadi

Cerita Pusaka Prajawangsa terilhami dari sosok pahlawan di jaman Hindia Belanda yang bermukim di kawasan Cijantung dan berperang melawan penjajah. Dan prajawangsa sendiri adalah simbol dari dua nilai yang menjadi nadi Synthesis yaitu renjana (passion) dan kepercayaan (trust). Sebuah karya yang dibuat berdasarkan renjana akan menjelma menjadi karya baik. Dan gairah untuk terus mencipta karya baik selalu didorong oleh rasa percaya yang besar, yang tidak hanya didapat dari pihak lain, tapi juga dari dalam diri, bahwa kita mampu mencipta. 

Kenapa melibatkan dan berkolaborasi dengan penulis ternama? Karena Synthesis percaya dengan berkolaborasi pasti menghasilkan karya yang lebih baik. Lalu akan menghasilkan trust, dan itu adalah nafas bagi Synthesis. karena jika seseorang sudah percaya, akan menimbulkan rasa nyaman dan keleluasaan untuk berkreasi dan berekspresi. 

Film ini sangat pas untuk menimbulkan cerita-cerita dan kearifan lokal, mengangkat budaya Indonesia degan melibatkan para creator hebat untuk menghidupkan tokoh Prajawangsa yang bisa kita nikmati dalam sebuah film pendek tersebut. Film ini sangat pas dinikmati untuk semua kalangan.

Selain itu, Synthesis juga mengajak creator hebat yaitu Lulu Lutfi Habibi, beliau adalah desainer Indonesia yang konsisten mengeksplorasi kain lurik. 

Beliau sendiri yang memilihkan desain-desain pakaiannya yang berbahan dasar lurik untuk dikenakan para pemain film ini. Seperti contohnya baju yang dikenakan oleh salah satu pemain, Aimee Saras di film ini. Beliau adalah seorang seniman muda, multitalenta dalam hal bermusik dan berakting. 

Berangkat dari sejarah tokoh Prajawangsa tersebut, dengan demikian lokasi Prajawangsa City adalah di Cijantung.

Samara Suites


Samara Suites juga merupakan salah satu project apartemen Synthesis Development. Lokasinya sangat strategis, yaitu di Jalan Gatot Subroto. Dan ini merupakan salah satu apartemen bisnis. Bisa dibilang ini adalah satu-satunya konsep apartemen bisnis di Indonesia, yaitu menggabungkan antara Service Apartemen dan juga resident Apartemen. 

Apartemen ini bisa disewa secara bulanan bagi korporat (perusahaan) yang membutuhkan tempat tinggal untuk karyawannya dalam jangka waktu yang pendek. Biasanya kan apartemen disewakan dalam jangka waktu tahunan, tapi khusus Samara Suites, bisa disewa dalam jangka waktu 2-3 bulan saja. 

Selain bisa disewakan secara bulanan, kelebihan dari Samara Suites adalah harganya tidak semahal service apartemen lainnya. Karena ada penghematan di faktor kitchen dan tidak adanya coffee shop. Tapi jangan khawatir, Samara Suites menggunakan rekanan yang sudah sangat professsional di bidangnya, ada jasa kendaraan bersama supirnya juga, jasa cleaning service, atau juga catering.

Target market Samara Suites adalah sektor Industri yang memiliki pro hire yang diperkerjakan berdasarkan project dalam jangka waktu singkat. Misalnya kalau ada perusahaan yang butuh tempat tinggal karyawannya untuk event seminar, talkshow, workshop, meeting dan sebagainya. Jadi daripada menginap dan menyewa di hotel dengan charge hotel, lebih  baik menyewa apartemen bisnis seperti Samara Suites seperti ini. 

Misalnya saja ada yang menyewakan apartemen ini dengan harga mahal berarti keuntungan menjadi si pemilik apartemen ini. Karena kalau sudah dibeli ya sifatnya perseorangan. 

Apartemen ini berdiri setinggi 38 lantai, terdiri dari 288 Unit Exclusive Apartment, dengan komposisi unit : 1 Bedroom, 2 Bedroom dan 3 Bedroom, dilengkapi Fasilitas mewah dan parkiran sampai 5 Basement. Samara Suites juga ditujukan para ekskekutif muda yang berada di posisi middle management yang pastinya bisa menyewa apartemen dengan low budget seperti ini. 

Apartemen ini juga bisa disewakan via airbnb, agoda, dan aplikasi Android. Jadi memudahkan bagi calon penghuninya.

Fasilitas Samara Suites sudah lengkap disini : Sauna, Coffee Shop, Reflextone Garden, Zen Garden, Spa, Swimming Pool, Mini Golf, Gym (Outdoor & Indor) dan BBQ Area.

Untuk harganya mulai dari 1,3 milyar. Dan sedang ada promo, yaitu diskon 15% bila ambil pembayaran dengan cash keras sebanyak 12x. 

Kalau mau tau info detailnya, bisa menghubungi 085715888000 untuk informasi selengkapnya ya.



dan Samara Suites lokasinya di Synthesis Square.

Merdeka Ride

Siapa sih dari  kamu yang suka naik sepeda? Kalau naik sepeda sambil berbagi gimana mau gak? Atau bahkan bersepeda sambil berbagi sekaligus merayakan kemerdekaan RI? :) ini jawabannya Synthesis Merdeka Ride.
Brosur Merdeka Ride, 71KM euyy - Sumber: Pribadi

Synthesis Development bukan hanya konsisten dalam hal pengembangan properti, salah satu program CSR-nya adalah ikut berpartisipasi dalam merayakan HUT RI ke-71, dengan mengadakan event charity untuk membantu Hayandra Peduli Foundation dengan cara bersepeda. Synthesis Development berusaha untuk berbagi melakukan operasi bibir sumbing bagi anak-anak yang tidak mampu di seluruh Indonesia. Karena diperkirakan di Indonesia setiap tahunnya sekitar 9000 bayi terlahir dengan kondisi bibir sumbing. Nah karena Synthesis Development ingin berbagi sekaligus merayakan HUT RI ke-71, maka tema event charity kali ini adalah Merdeka Is Ride.

Start dari Merdeka Is Ride, kebayang dong berapa banyak jumlah sepedanya :) - Sumber: Pribadi



Tentang Hayandra Peduli Foundation

Yayasan ini didirikan untuk pelayanan kemanusiaan, untuk membantu masyarakat kurang mampu dalam memperoleh hak-hak mereka untuk mengakses pelayanan kesehatan, obat spesialis pada khususnya. Program yang dijalankan saat ini bersama Bersepeda Untuk Berbagi adalah operasi Bibir Sumbing anak-anak yang tidak mampu. Untuk info detailnya bisa mengunjungi www.hayandra.com.



Startnya dimulai pukul 6 pagi sampai dengan pukul 10 pagi. Start dan Finish di Synthesis Square. Rutenya adalah Synthesis Square Jl. Gatot Subroto - Bassura City Jl. Basuki Rahmat - Prajawangsa City Cijantung - Synthesis Residence Kemang - Synthesis Square.

Dan kebetulan hari minggu pagi saya ikutan hadir di event tersebut dan meliput acara bersepeda pagi disana.



Synthesis Residence Kemang (SRK)

Berlokasi di Jalan Ampera Kemang, dan para ekspatriate menjadi target marketnya, nampaknya memiliki konsep khusus tersendiri bagi project Synthesis Development. Apartemen ini sangat kental dengan budaya Jawa. Terlihat dari aplikasi Batik Kawung yang menghiasi interior lobby SRK ini. Lalu juga eksterior fasad apartemen dari lantai bawah sampai atas. Interior ruangannya (Dindingnya) diaplikasi dengan batik kawung.

Motif Kawung (source Synthesis)
Pintu masuk apartemen juga dibangun rumah joglo dengan hiasan patung Jawa di bagian luar. Jadi mengisyaratkan bahwa seakan-akan penghuni SRK ini adalah para bangsawan Jawa. Bahkan pintu lobby-pun juga dihiasi dengan interior batik kawung disini.



Ada 3 tower yang rencananya akan dibangun disini, yang pertama Nakula, Sadewa dan Arjuna. Untuk Sadewa sudah terjual sebanyak 90%. Dan Nakula 40%. Untuk yang Arjuna masih tahap development. Untuk Nakula dan Sadewa disebut twin tower karena kedua tower ini bentuknya sama.

Dokumen Pribadi


Contoh interior Nakula dan Sadewa


Hari minggu, 20 Agustus 2016 siangnya, setelah acara Merdeka Ride, kebetulan kami ada waktu senggang, saya dan keluarga berkunjung ke SRK.



Untuk apartemennya sendiri sih belum ada. Semua masih indent. Dan direncanakan unit akan ready di tahun 2019. Walaupun begitu, penjualannya sudah hampir 70%. Alias sudah banyak yang melakukan booking lho :)


Saat kami berkunjung kesana, kebetulan ada tim marketingnya, jadilah kami diajak tour untuk melihat show unit dari apartemen di tower Nakula. Tapi sayang sekali kami tidak bisa mengambil gambar untuk contoh show unit disana, atas alasan privacy. Jadi saya hanya bisa membagikan lewat cerita dan foto-foto di lobbynya ya.


Saat saya memasuki lobby dari SRK ini terlihat sangat kental dengan budaya Jawa. Seluruh interior lobby disini menggunakan aksen Batik Kawung. Benar-benar unik! Bahkan untuk interior show unitnya juga seluruh dinding-dindingnya menggunakan aksen batik kawung. 

Khusus di bulan Agustus ini, ada promo cicilan pembayaran apartemen sebanyak 71 kali. Dan harga per meter apartemen ini kisarannya antara 30 - 35 juta tergantung cara pembayarannya. Jadi cicilannya kira-kira sekitar 35 juta per bulannya :D

Inilah tipe apartemen di SRK




Nah itulah keseluruhan rangkaian acara Indonesia is Me yang diselenggarakan oleh Synthesis Development. Berawal dari Acara kuliner di Bassura City dan diakhiri di Merdeka Ride (Synthesis Square).

Kalau ditanya, apa sih arti Merdeka Bagi Saya, sebagai ibu rumah tangga dan juga blogger? yang pasti arti kemerdekaan bagi saya adalah bebas berekspresi sesuai dengan passionnya masing-masing, berani bertanggung jawab atas keputusan yang diambil, konsisten terhadap keputusan yang diambil, seperti halnya Synthesis Development yang sangat totalitas dan konsisten kontribusinya terhadap Indonesia, serta terus berkarya untuk kemajuan perekonomian Indonesia. 


Tata Motors Meluncurkan Kendaraan Komersial Terbaru di GIIAS 2016


Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) masuk ke Indonesia sejak tahun 2013 dan kini telah memasuki tahun ke-tiga pada bulan September 2016 ini.

Tentang Tata Motor

Tata Motor adalah perusahaan mobil terbesar di India. Melalui anak perusahaan dan perusahaan asosiasi, Tata Motors telah beroperasi di Inggris, Korea Selatan, Thailand, Afrika Selatan dan termasuk Indonesia.

Di India terkenal dengan kendaraan yang menjadi primadona khusus untuk usahawan baru, yang membutuhkan efisiensi. Customernya mulai dari karyawan, usahawan logistic, perusahaan logistic.

Pengalamanku Berbelanja di IKEA Indonesia



Beberapa bulan lalu waktu saya ngecek timeline (laman) instagram saya, teman-teman saya sedang happening pamer perabotan kamar yang lucu-lucu dan kece. Karena dengan punya perabotan kamar yang lucu bikin kita betah berlama-lama di rumah. Saya udah pernah hunting di home decore store yang besar itu, ternyata masih belum cukup unik bagi saya. Lalu saya coba tanya ke teman saya, beli perabotan itu dimana sih? Teman saya jawab, di IKEA.

5 Tips Dapetin Harga Promo di Hari Kemerdekaan

Source : dapur coklat

Kalau lihat judulnya udah pasti versi cewe en emak-emak banget. Iya gak sih? Bhahaa. Karena saya lagi hepi banget, tahun ini saya bisa ikut participate dalam rangka merayakan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia. 

[TravellingWithKids] Pengalaman Kedua Travelling dengan Lion Air (Edisi Koper Ketinggalan) Part I


Halo semuanya. Masih melanjutkan cerita travelling with kids. Jadi saya punya rencana bakalan bikin cerita perjalanan bersama anak, hemat dan nyaman.  Karena ke depannya saya akan travelling terus. Ya sukur-sukur terus dikasih kesehatan dan rizqi sama Allah. Karena hidup itu untuk dinikmati :) Makanya saya kasih kategori tersendiri.

Sebelumnya mungkin teman-teman sudah baca cerita saya tentang pengalaman pertama dengan pesawat terbang kan? Waktu itu tujuan saya ke Surabaya. Tapi kali ini tujuan saya ke kampung halaman keluarga suami saya, yaitu Solo. Kami ke Solo dalam rangka ada undangan pernikahan dari saudara (suami) yang di Solo sekaligus saya membuatnya sebagai sebuah trip ke Solo.

Ohya, ini yang ketiga kalinya saya ke Solo. Jadi sedikit banyak saya tahu lokasi dan lingkungan disini.

Ngeblog Kreatif bareng Faber Castell


Kalau hari minggu biasanya saya habiskan untuk berjalan-jalan ke mal bareng keluarga, kali ini cerita hari  minggu saya sedikit berbeda. Yes, berjalan-jalan sambil berkreativitas bersama keluarga. Jadi judulnya hari minggu saya kemarin itu adalah minggu kreatif bersama keluarga.

Hari minggu tanggal 7 Agustus 2016 kemarin saya ikutan acara seru bersama Faber Castell di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan. Disini saya bisa belajar menggambar dan mewarnai yang dipandu oleh tim Faber Castell. Dibagi menjadi 2 sesi. Sesi ppertama menggambar diatas media (gelas, piring atau topeng). Dan sesi kedua yaitu belajar tehnik mewarnai dan merakit dari kertas yang kita warnai sebelumnya. Karena saya datang terlambat, jadinya saya tidak ikut sesi pertama.



Ohya, karena acara ini bertepatan di hari minggu which is hari keluarga, saya hadir kesini dengan mengajak suami dan anak saya. Selalu menyenangkan bila saya bisa hadir ke suatu acara jika boleh bersama dengan anak dan suami :)